NotebookLM Dorong Efisiensi dan Kualitas Penyusunan Perangkat Pembelajaran Guru SD

Di SDN Kaligangsa 3 Kota Tegal, guru diperkenalkan pada pemanfaatan NotebookLM untuk menyusun perangkat ajar berbasis dokumen resmi secara lebih cepat dan tepat.


TEGAL, Sabtu (11/7/2026) – Penyusunan perangkat pembelajaran selama ini menjadi salah satu pekerjaan administratif yang paling menyita waktu guru sekolah dasar (SD). Untuk menjawab tantangan tersebut, SDN Kaligangsa 3 Kota Tegal menggelar kegiatan yang membahas pemanfaatan NotebookLM, asisten riset dan catatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Google, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas penyusunan perangkat pembelajaran.

Kegiatan ini menghadirkan Fige Arief Kusumo, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa NotebookLM bekerja berbeda dari chatbot AI pada umumnya. Pengguna mengunggah sumber rujukan sendiri, seperti dokumen Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), buku teks, atau contoh modul ajar. Jawaban yang dihasilkan disusun berdasarkan sumber tersebut dan disertai rujukan ke bagian dokumen asalnya, sehingga guru dapat menelusuri dan memverifikasi isinya.

Menghemat Waktu Administrasi

Dalam praktiknya, guru dapat memanfaatkan NotebookLM pada beberapa tahap penyusunan perangkat ajar:

  1. Memahami dokumen kurikulum. Guru dapat meminta ringkasan CP per fase atau menanyakan keterkaitan antartopik tanpa membaca ratusan halaman secara manual.
  2. Merumuskan tujuan pembelajaran dan ATP. Dengan merujuk dokumen resmi, rumusan tujuan pembelajaran dapat disusun lebih runtut dan selaras dengan capaian yang dituju.
  3. Menyusun draf modul ajar. Kerangka kegiatan, pertanyaan pemantik, hingga rubrik penilaian dapat dikembangkan dari materi yang diunggah.
  4. Membuat bahan pendukung. Fitur seperti panduan belajar, ringkasan audio, dan soal latihan membantu guru menyiapkan variasi media dan evaluasi.

Menjaga Kualitas dan Kesesuaian Isi

Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan sumber rujukan yang jelas membantu menjaga konsistensi perangkat pembelajaran dengan kurikulum yang berlaku. Karena keluaran disertai sitasi ke dokumen sumber, guru dapat memeriksa kembali kesesuaian isi sebelum digunakan di kelas.

Meski begitu, AI tetap diposisikan sebagai alat bantu. Hasilnya perlu ditelaah dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta konteks sekolah. Guru juga diingatkan agar tidak mengunggah data pribadi siswa ke layanan AI.

Tanggapan Peserta

Salah satu guru peserta kegiatan, Nur Iza, S.Pd., mengaku mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.

“Saya lebih mudah dan tentunya lebih cepat dalam menyusun dengan notebookLM sesuai dengan rujukan dokumen resmi yang disiapkan,” ujarnya.

Harapan Kepala Sekolah

Kepala SDN Kaligangsa 3, Mufti Al Amin, S.Pd.SD, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberi dampak nyata bagi mutu pembelajaran di sekolahnya.

“harapan saya dengan adanya berbagi praktik baik ini dengan pemanfaatan teknologi AI untuk guru dapat meningkatkan kesiapan administratif dan aplikatif guru dalam pembelajaran.” kata Mufti Al Amin.

Dengan pemanfaatan yang tepat, waktu yang sebelumnya habis untuk urusan administrasi dapat dialihkan guru untuk hal yang lebih penting: merancang pembelajaran yang bermakna dan mendampingi siswa secara langsung.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *