Pasalnya, nama tarian massal itu terasa masih asing bagi mereka. Tarian massal yang ditampilkan bernama Tari Geol Tegalan.
Selama ini, publik Tegal lebih familier dengan Tari Topeng Endel karya almarhum Darem, warga Desa Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal yang kerap dipentaskan dalam acara- acara seremonial pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Komite Tari Dewan Kesenian Kota Tegal sekaligus Koreografer Tari Geol Tegalan, Damayanti, menyampaikan bahwa Geol Tegalan itu bergenre kreasi baru.
“Ini tarian kreasi baru dan benar-benar baru pertama kalinya dipentaskan di peringatan Sumpah Pemuda Ke 94 oleh Pemkot Tegal. Ini sekaligus sebagai ajang memperkenalkan jenis tarian baru kepada publik,” ujar Damayanti.
Lebih jauh Damayanti menuturkan, Geol dalam idiom bahasa Tegal berati bergerak. Hal itu menggambarkan masyarakat Kota Tegal yang selalu bergerak, selalu semangat untuk maju.
Bergerak dan maju tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kota Tegal adalah masyarakat yang optimis untuk berubah menjadi lebih baik.
Damayanti menjelaskan proses penggarapan Amazing Tegal Dance Geol Tegalan tersebut memakan waktu 1,5 bulan, dimulai dari mulai observasi, penciptaan musik dan penciptaan gerak.
Sedangkan untuk latihan, dilakukan seminggu tiga kali, yang dilaksanakan di beberapa tempat baik di Pendopo Ki Gede Sebayu, Taman Budaya Kota Tegal dan GOR Wisanggeni Kota Tegal.
